Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Borneo Tarakan

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Universitas Borneo Tarakan (UBT) melalui Fakultas Ilmu Kesehatan Jurusan Kebidanan melaksanakan praktik kebidanan komunitas, yang digelar di Puskesmas Gunung Lingkas, Ke-lurahan Gunung Lingkas, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Pada Minggu (10/3) pagi, mahasiswa Jurusan Kebidanan bersama dengan dekan, dosen Fikes, kepala Puskesmas Gunung Lingkas, dan warga sekitar melaksanakan jalan santai sambil bersih-bersih lingkungan dengan memungut sampah yang berserakan di jalanan. Rute yang dilalui tidak teralu jauh, mulai dari Puskesmas Gunung Lingkas, Jalan Kusuma Bangsa, melewati Jalan Sebengkok Waru, SMPN 5 dan finish di Jalan Agatis, RT 01. Melalui musyawarah masyarakat desa (MMD) yang dilakukan dengan warga beberapa hari yang lalu, mahasiswa kebidanan melakukan pendataan, pengkajian dan analisis masalah yang ada di Kelurahan Gunung lingkas, khususnya di beberapa Rukun Tangga (RT) yang menjadi tempat praktik kebidanan komunitas. Hal ini dilakukan karena merupakan suatu struktur program kurikulum FIKES setiap tahunnya, mahasiswa kebidanan akan turun ke lapangan melakukan praktik kebidanan komunitas di suatu wilayah. Kegiatan ini juga merupakan Tri Dharma perguruan tinggi, salah satunya pengabdian masyarakat. Mahasiswa kebidanan ini turun ke lapangan, bagaimana mereka bisa mengerti masalah tentang kesehatan yang ada di masyarakat. Di sini mereka bertemu dengan masyarakat untuk membantu mereka menyelesaikan masalah kesehatan problem solving yang dihadapi oleh warga. Mahasiswa kebidanan yang melakukan praktik kebidanan komunitas, berjumlah 62 mahasiswa yang terbagi dalam 10 kelompok, di 12 RT yang berada di Kelurahan Gunung Lingkas. tersebut, dan dengan hasil pendataan yang dilakukan mahasiswa menunjukkan bahwa ada angka kasus demam berdarah dan masalah sampah. Melihat hal tersebut, munculkan gerakan jalan santai sambal memungut sampah yang berserakan di jalan. Ia menyampaikan    terima kasih kepada masyarakat, karena dari anak kecil hingga dewasa berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Semoga dengan kegiatan ini, masyarakat bisa ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungannya, kemudian ini menjadi suatu gerakan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Karena mindset masyarakat cukup rendah terhadap kebersihan lingkungan. Karena itu melalui gerakan yang dilakukan oleh kami ini, kesadaran masyarakat lebih tinggi untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya. Pada tahun 2018 penyakit berdarah di puskesmas tinggi. Oleh karena itu, kami memberikan ikan cupang kepada warga bisa membantu masyarakat. Menurutnya ikan cupang ini akan memakan jentik secara biolagis meminimalisir bahan kimia dan mencegah DBD. Ikan cupang akan ditaruh di dalam penampungan air, dan memakan jentik di penampungan air dengan harapan ikan cupang itu bisa memakan jentik sampai habis. Selain itu, upaya yang dilakukan saat ini dengan menyosialisasikan kepada masayakat

dengan metode 3M plus dan kemudian gerakan 1 rumah satu jumantik di RT 16. Dengan Kegiatan ini di dukung juga oleh Lurah Gunung Lingkas melalui staf pemberdayaan masyarakat Kelurahan Gunung Lingkas. Hal ini merupakan kegiatan yang positif dan sangat bermanfaat bagi warga khususnya Kelurahan Gunung Lingkas. Selain   berolahraga, warga juga ikut berpartisipasi membersihkan sampah yang berserakan di jalan. Dengan adanya kegiatan ini mereka bergerak dan termotivasi untuk ke luar rumah berolahraga dan membersihkan lingkungannya. Terkait kebersihan lingkungan, program         sampah semest yang digagas oleh  pemerintah Kota Tarakan saat ini juga terus dilaksanakan.

Salah satu rangkaian praktik komunitas kebidanan tahun 2019 Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), Jurusan Kebidanan Universitas Borneo Tarakan (UBT) juga melakukan bakti social berupa pemeriksaan Iva dan Sadanis payudara secara gratis di Puskesmas Gunung Lingkas. Kegiatan deteksi sejak dini ini harus dilakukan. Sebab masih rendahnya kesadaran para wanita di Indonesia khususnya di Kota Tarakan untuk melakukan deteksi sejak dini untuk melakukan pemeriksaan iva kanker serviks dan juga deteksi dini kanker payudara. Mereka pada umumnya merasa takut dan juga tidak memahami fungsi dari pemeriksa- an ini untuk apa? Karena kita tahu kanker serviks itu adalah pembunuh wanita nomor dua setelah kanker payudara. Angka kematian kanker serviks itu cukup tinggi di Indonesia. Melihat hal tersebut, Fikes terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan-penyuluhan kepada para wanita mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Dan diharapkan masyarakat bisa memahami bahwa pemeriksaan ini merupakan yang paling efektif untuk mendeteksi sejak dini. selain murah, pemeriksaan ini juga ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Pemeriksaannya tidak membutuhkan waktu yang lama dan tidak sakit. Hasilnya pun bisa diketahui segera. Berdasarkan dari pendataan yang dilakukan di Kelurahan Gunung Lingkas tercatat ada 40 persen warga yang tidak pernah melakukan pemeriksaan iva. Oleh karena itu kita ajak semua Wanita Usia Subur (WUS) untuk bersama-sama memeriksa iva sejak dini. Untuk jumlah pesertannya di luar target, karena semua wanita di Gunung Lingkas sangat antusias ingin di periksa iva. Kegiatan pemeriksaan iva ini, panitia menggunakan

sistem jemput bola, yang dilakukan mahasiswi kebidanan dengan menjemput dan mengantar pasien. Sebelum kegiatan pemeriksaan iva gratis ini, sebelumnya dilakukan penyuluhan tentang iva di masing-masing rukun tetangga (RT) yang ada di Kelurahan Gunung Lingkas. Mahasiswi kebidanan turun langsung ke lapangan dengan mendatangi rumah warga dan memberikan penyuluhan tentang iva. Sebelum dilakukan pemeriksaan, para wanita dilakukan tanya jawab tentang riwayat haid, menikah, melahirkan, kemudian dilanjutkan peme sadari dan yang terakhir pemeriksaan iva. Jumlah pasien pemeriksaan iva yang ditargetkan berjumlah 30 wanita umur subur (WUS), setelah dilihat data para wanita yang hadir untuk melakukan pemeriksaan iva berjumlah 60 pasien.

Categories: Berita